Mutilasi Masih Bermotif Psikis Bukan Bisnis

Isu Perdagangan Organ Tubuh

Mutilasi Masih Bermotif Psikis Bukan Bisnis

- detikNews
Kamis, 14 Jan 2010 11:15 WIB
Jakarta - Mutilasi merupakan tindak kejahatan langka dan luar biasa. Perdagangan organ tubuh juga demikian. Tetapi belum tentu keduanya berhubungan bila tanpa fakta-fakta yang meyakinkan.

"Kalau dikaitkan dengan penjualan organ tubuh, ya nanti dulu. Belum ada faktanya begitu. Mutilasi ada, iya, penjualan organ tubuh iya. Seolah-olah ada hubungannya, tetapi mana faktanya?" kata Kriminolog dari Universitas Indonesia Adrianus Meliala saat dihubungi detikcom, kamis (14/1/2010).

Untuk membuat jaringan bisnis penjualan organ tubuh, menurutnya bukan pekerjaan mudah. Skala bisnis yang besar mengandung resiko besar sehingga sulit dilakukan oleh psikopat amatiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Skala bisnisnya skala besar atau kecil. Kalau hanya organ ginjal, lokal-lokal saja. Terlalu beresiko kalau sampai diekspor," ucap Meliala.

Ia menyimpulkan, sejauh ini alasan memotong-motong tubuh manusia (mutilasi) masih bersifat psikis atau kejiwaan. Belum ada bukti yang menunjukan pelaku mutilasi didorong oleh faktor ekonomi yakni menjual organ tubuh korban.

"Kita tunggu penyelidikan polisi, ada faktanya apa tidak, ada kaitannya apa tidak. Faktor mutilasi masih psikis sekali," tegasnya.

(Ari/fay)


Berita Terkait