Suster S meninggalkan rumahnya di Cipondoh, Tangerang, pada Jumat (8/1/2010) lalu. Polisi menduga ada tukang ojek yang membantu suster S dalam menjalankan aksinya.
"Ada tukang ojek yang bantu. Masih didalami keterlibatan tukang ojek," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Setelah tiba di Puskesmas, suster S memeriksa seluruh bayi di ruang Anggrek Puskesmas Kembangan. Kemudian, suster S pindah ke ruang Cempaka untuk memeriksa bayi-bayi tersebut.
Suster S kemudian memeriksa salah satu bayi, namun orang tua bayi menjelaskan kepada suster S kalau bayinya sudah diperiksa. Akhirnya suster S beralih ke bayi Murtanti.
"Dia berpindah ke korban yang ada di sebelah bayi yang pertama kali dia periksa yan dibatasi gorden," imbuhnya.
Suster S lalu masuk ke ruangan Murtanti dengan alasan hendak memeriksa bayi Murtanti dan memberikan suntikan imunisasi. "Dia kemuadian pergi dengan menaiki ojek. Turun dari ojek naik taksi," ungkap Boy.
Polisi menangkap Suster S, Rabu (13/1/2010) pukul 23.00 WIB kemarin malam. Bayi yang ditemukan sudah diserahkan kembali kepada Murtanti di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat.
(gus/iy)











































