"Motif karena ingin memiliki anak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Boy mengatakan, dugaan sementara Suster S tidak memiliki keterlibatan dengan sindikat perdagangan anak. Modus suster S yakni dengan berpura-pura memeriksa dan memberikan suntikan imunisasi kepada bayi.
"Keinginan untuk dapatkan anak karena selalu keguguran dan sulit dapatkan anak. Hormon yang bersangkutan terlalu tinggi," jelas Boy.
Bayi pasangan Murtanti dan Edi Sugianto diculik di Puskesmas 12 jam setelah dilahirkan.Polisi menangkap Suster S, yang merupakan suster honorer Puskesmas tersebut, Rabu (13/1/2010) pukul 23.00 WIB. Sang bayi kini sudah dalam dekapan ibunya di Puskesmas Kembangan.
(gus/iy)











































