Demo, Karyawan HI Tolak PHK
Jumat, 16 Apr 2004 13:45 WIB
Jakarta - Ketua Serikat Pekerja Hotel Indonesia (SPHI) Syahrul Sidik menegaskan meski belum ada keputusan resmi, pihaknya menolak rencana PHK karyawan berkaitan dengan proses BOT (build operation transfer). Penolakan ini mereka nyatakan dalam aksi demonstrasi di lobi hotel. "Memang PHK belum ada keputusan, tapi dalam pertemuan bipartid yang keenam dikatakan sebagai konsekuensi BOT kami akan di PHK. Dengan tegas kami katakan kami menolak PHK," ujar Syahrul di Hotel HI, Jl. Thamrin, Jakarta, Jumat (16/4/2004).Menurut Syahrul, pihak direksi tidak transparan dalam hal master plan. Selain itu, lanjut dia, tidak ada sosialisasi soal rencana PHK. "Rencana PHK tidak pernah disosialisasikan," katanya.Dikatakan Syahrul, pertemuan bipartid antara SP dengan pihak direksi belum menemukan titik temu. Pertemuan sudah dilakukan 9 kali. "Belum ada kesepakatan direksi dengan kita, khususnya mengenai BOT," ungkapnya.Untuk diketahui, penolakan karyawan HI terhadap PHK ini diawali dari rencana manajemen HI melakukan renovasi hotel yang telah berusia 41 tahun itu. PT Djarum akan mengambil alih pengelolaan hotel dengan sistem BOT untuk jangka waktu 20-25 tahun. Di lokasi itu juga akan dibangun sebuah mal.Konsekuensi atas renovasi ini, manajemen harus melakukan PHK terhadap karyawannya. Mereka diperbolehkan kembali bekerja namun harus melalui proses seleksi ulang. Atas kebijakan ini, Serikat Pekerja karyawan menolak kebijakan direksi yang hanya akan memberikan 1,5 pesangon. "Jangankan 1,5. Tiga kali atau empat kali pesangon kami tetap menolak," tegas Syahrul sebelumnya. Jika pihak direksi tetap akan melakukan PHK, Syahrul mengatakan, Serikat Pekerja akan melawan habis-habisan.
(asy/)











































