Saat akun grup ini diakses, Rabu (16/1/2010), 45 orang saja yang tersisa sebagai fans. Tampilannya pun berubah. Postingan status pada minggu lalu sudah dihapus.
Salah satu yang dihapus adalah status soal rapat terbatas PKI. Sang admin mengklaim rapat ini melibatkan nama-nama seperti Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumiarsih dan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65) Bedjo Untung.
Sebagai gantinya ada sejumlah status baru yang dipasang dalam 48 jam terakhir. Isi status-status itu merupakan pembelaan bahwa mereka adalah gerakan cinta damai, membela Pancasila, mendukung pemberian subsidi, dan anti neoliberalisme.
Sementara komentar terhadap status-status tersebut ada yang menentang dan ada juga yang mendukung grup yang bergambar profil palu arit merah itu. Malahan kini muncul grup tandingan 'Anti PKI 2010' di Facebook. Anggotanya mencapai 635 orang.
(fay/nrl)











































