CIA Sudah Ingatkan Soal Ancaman Serangan Teror Sejak 1995

CIA Sudah Ingatkan Soal Ancaman Serangan Teror Sejak 1995

- detikNews
Jumat, 16 Apr 2004 11:54 WIB
Jakarta - Dinas intelijen Amerika Serikat atau CIA telah mengingatkan sejak tahun 1995 lalu bahwa para ekstrim Muslim mungkin akan menyerang penerbangan AS, landmark Washington ataupun Wall Street. Dan pada tahun 1997 CIA telah mengindentifikasi Osama bin Laden sebagai ancaman kuat atas tanah air AS.Demikian diungkapkan seorang pejabat intelijen senior AS, seperti diberitakan Associated Press, Jumat (16/4/2004).Informasi yang dirahasiakan ini sengaja dibeberkan untuk membantah tudingan bahwa CIA gagal mengetahui sejak dini adanya ancaman al Qaeda sebelum peristiwa 11 September 2001.Menurut pejabat intelijen yang enggan disebutkan namanya itu, informasi soal ancaman Osama bin Laden tersebut telah dicantumkan dalam Estimasi Intelijen Nasional tahun 1997 yang dibuat CIA. Pada halaman pertama disinggung nama Osama bin Laden sebagai ancaman teroris. Estimasi Intelijen Nasional dibagikan kepada presiden dan pejabat-pejabat senior AS serta pejabat-pejabat intelijen Kongres.Laporan 1997 yang tetap dirahasiakan itu, "mengidentifikasi bin Laden dan para pengikutnya serta ancaman yang mereka buat dan dikatakan bahwa mereka mungkin akan melancarkan serangan di dalam Amerika Serikat," tukas pejabat tersebut.Dituturkannya, meski laporan intelijen pada tahun 1995 tidak menyebutkan nama Osama bin Laden ataupun al Qaeda, namun jelas bahwa CIA telah mengingatkan tentang para teroris Islam yang berniat menyerang target-target khusus di AS.Dalam laporan tersebut secara spesifik diingatkan bahwa penerbangan sipil, landmark-landmark Washington seperti Gedung Putih, Capitol dan gedung-gedung di Wall Street berisiko besar menjadi target serangan teror ekstrimis Muslim.Philip Zelikow, pimpinan komisi investigasi 11 September membenarkan adanya peringatan pada 1997 soal bin Laden. Namun dikatakannya bahwa info itu hanya terdiri dari dua kalimat saja dan tidak ada analisis strategis tentang bagaimana menghadapi ancaman tersebut. "Kami sangat tahu soal informasi itu," tukas Zelikow. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads