"Meminta kerjasama dengan RS agar biaya si anak dapat ditanggung oleh negara sampai anak ini mendapat kesehatan maksimal," kata Sekjen Komisi Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait usai membesuk SR di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2010).
Menanggapi ini, Dirut RSUP Fatmawati Chairul Radjab Nasution mengiyakan permintaan Arist.
"Semua perawatan, fasilitas bisa ditangani di sini. Tidak perlu khawatir, kita akan tangani semaksimal mungkin, masalah keuangan tidak ada masalah," ujar Chairul.
Sebelumnya, ibu SR, Sri Diana, khawatir atas biaya anaknya sebesar Rp 6 juta tidak bisa dibayar.
SR dirawat sejak 17 Desember 2009 di RS pelat merah itu. Saat datang ke RS, orangtua SR mengeluhkan anaknya sesak nafas dan batuk darah. Setelah diperiksa, ternyata SR mengidap HIV yang menurun dari orang tuanya. Berat badan SR kini sudah ada peningkatan dari hari pertama masuk RS yakni dari 6,1 kg menjadi 7,6 kg.
Bapak SR, R, sudah meninggal karena HIV/AIDS pada 2008. Kakak SR juga telah meninggal pada 2009. Sri juga terjangkit virus HIV.
(nik/nrl)











































