"Penularannya dari orang tua. Saya nggak tahu nularnya dari ibunya atau bapak. Dan penyebabnya sering melakukan seks bebas atau menggunakan obat, saya kurang tahu," ujar dokter yang merawat SR, dr Debbie Latupeirissa,SpA.
Hal itu dikatakan Debbie di RS Fatmawati, Jl RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SR masuk RS dan dinyatakan menderita HIV pada Desember 2009 lalu.
"SR masuk pada tanggal 17 Desember 2009. Pada saat masuk, keluhan dari orang tua anak ini menderita sesak-sesak dan batuk darah. Dan ternyata anak ini memiliki riwayat sakit paru-paru," jelas Debbie.
Menurut Debbie, hasil pemeriksaan HIV positif yang diderita SR bisa melemahkan daya tahan tubuh, menimbulkan penyakit paru-paru, TBC, masalah pencernaan dan otak pada SR.
"Untuk penyakit paru-parunya sedang diatasi. Memerlukan waktu 6-9 bulan perawatan. Kalau untuk HIV-nya ini akan seumur hidup diderita si anak," kata dia.
Debbie menambahkan saat ini pihaknya hanya melakukan upaya untuk menghambat agar HIV tidak terus berkembang dengan memberikan pengobatan. Kondisi SR sekarang sudah membaik. Berat badannya pun sudah mulai naik.
"Pada saat masuk memang gizinya buruk. Sekarang sudah ada peningkatan. Tadinya beratnya 6,1 kg sekarang sudah 7,6 kg. Memang idealnya 10 kg untuk anak umur 2 tahun. Ya kita masih terus menunggu perkembangan, karena anak ini makan dengan menggunakan selang," paparnya.
Pantauan detikcom, SR dirawat di Ruang Teratai, RS Fatmawati lantai 3. Badannya tampak kurus, dengan tinggi kurang dari 100 cm. SR diinfus dan digendong oleh ibunya, SD (22), yang mengenakan tunik kuning dan celana hitam.
Sebelumnya SR dijenguk Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait karena menunggak biaya pengobatan di RS itu sebesar Rp 6 juta.
(nwk/nrl)











































