Eropa Tolak Tawaran Damai "Osama Bin Laden"
Jumat, 16 Apr 2004 11:15 WIB
Jakarta - Negara-negara kunci Eropa, menolak keras tawaran damai yang disampaikan lewat rekaman audio yang disebut-sebut sebagai suara Osama bin Laden. Negara-negara tersebut termasuk Perancis dan Jerman yang menentang perang Irak.Alasan mereka, tidak akan ada negosiasi dengan jaringan al Qaeda pimpinan Osama. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (16/4/2004).Sejumlah pengamat beranggapan tawaran damai al Qaeda tersebut sebagai upaya membuat jurang antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya, dengan mengeksploitir perbedaan sikap mereka soal Irak.Dalam rekaman audio yang disebut-sebut sebagai suara Osama menawarkan ajakan damai kepada negara-negara Eropa. Syaratnya, pemerintah negara-negara tersebut tidak menunjukkan sikap agresif terhadap kaum Muslim dan menarik pasukannya dari negara-negara Muslim. Rekaman tersebut disiarkan stasiun TV Arab, Al-Jazeera dan Al-Arabiya kemarin, Kamis (15/4/2004). Dinas intelijen AS, atau CIA menyatakan bahwa rekaman tersebut kemungkinan adalah otentik suara Osama.Italia, yang terguncang dengan pembunuhan warganya yang disandera di Irak, menyatakan tidak bisa membayangkan untuk bernegosiasi dengan Osama. Seperti dituturkan Menlu Italia Franco Frattini, "tidak bisa dibayangkan kami akan membuka negosiasi dengan bin Laden, semua orang tahu ini."Presiden Perancis Jacques Chirac, yang sangat menentang perang Irak, berpandangan sama. "Tidak mungkin ada negosiasi dengan para teroris," tegasnya.Sementara Jerman yang kini tengah membantu melatih polisi Irak, juga menolak keras tawaran damai tersebut. "Setiap upaya untuk memecah Eropa akan gagal," tukas Kanselir Jerman Gerhard Schroeder.Menlu AS Colin Powell gembira dengan reaksi Eropa tersebut. "Saya pikir komunitas internasional menyadari bahwa mereka tidak bisa menyerah pada ancaman-ancaman seperti ini," tukas Powell pada wartawan di Washignton. "Saya harap ini akan memperkuat tekad kita untuk mengatasi terorisme dan khususnya melakukan sebisa kami untuk mengadili Osama bin Laden," imbuhnya.
(ita/)











































