Proses Pemilu di Kampar Lancar, Penghitungan Suara Selesai

Proses Pemilu di Kampar Lancar, Penghitungan Suara Selesai

- detikNews
Kamis, 15 Apr 2004 22:33 WIB
Kampar - Proses pemilihan umum di Kabupaten Kampar, Riau dinilai berjalan lancar, seluruh perhitungan manual perolehan suara sudah selesai. Bahkan, malam ini KPUD Kampar sedang melakukan rapat pleno.Di Kabupaten Kampar sendiri terdapat sekitar 434.682 orang pemilih yang tersebar di 203 Tempat Pemilihan Suara (TPS) di 12 kecamatan. Dari jumlah pemilih sebanyak itu, sekitar 75 persennya telah menggunakan hal pilihnya.Demikian menurut Ketua KPUD Kampar Nurhamin Nahar kepada wartawan di kantor KPUD Kampar, Riau, Kamis (15/4/2004). Menurutnya, di 12 kecamatan hanya 10 kecamatan yang memiliki komputer, sehingga dua kecamatan lain melakukan data entri untuk perhitungan melalui IT di KPUD Kabupaten. Sedangkan mengenai pengisian formulir di wilayah ini ternyata menjadi masalah. Nurhamin mengusulkan, kalau bisa ke depan buku KPPS di satukan saja, jadi jangan dipisah antara formulir dengan buku petunjuknya supaya tidak tercecer. "Kalau semuanya dijadikan satu dan rapi, mungkin bisa tuntas dalam satu hari penghitungannya," katanya. Karena kurang jelasnya pengisian formulir, TPS-TPS seringkali melakukan koreksi dan mencocokan kesalahan-kesalahan di TPS. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) juga mengalami penghitungan ulang dengan membuka kembali berita acara dari TPS yang dilakukan secara tranpasarn.Mengenai pengaruh politik di wilayah ini dalam pemilu, terutama dengan kasus Jefry Noer menurut Nurhamin, sebelumnya memang ada semacam penolakan dari para guru untuk ikut menjadi anggota KPPS. Tetapi, setelah dicek tidak ada yang mundur dari anggota KPPS dan ketika penonaktifan Jefry Noer semua guru langsung bergairah untuk bekerja."Di sini para petugas KPPS sebagian besar adalah guru-guru dan PNS," jelasnya lagi.Karena masalah Bupati Kampar ini juga, dana APBD untuk pemilu baru cair pada H-4 menjelang pemungutan suara, sedangakan logistik baru tiba pada H-3. Permasalan yang muncul terjadi saat pencoblosan yaitu di Kecamatan Ciakhulu, di mana terdapat satu parpol yang hangus suaranya, yaitu Partai demokrat.Suara yang diperoleh PD sendiri sekitar 5.000 suara, namun hasil penghitungan itu menjadi tidak sah akibat tidak adanya caleg. Caleg PD yang ada satu-satunya di wilayah ini mengundurkan diri menjelan hari H, karena merasa tak yakin memperoleh suara. (zal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads