"Benarkah analisis dampak sistemik yang dikeluarkan BI sangat kental dengan nuansa psikologi?" tanya anggota pansus, Hendrawan Supratikno, dalam pemeriksaan Boediono di ruang pansus DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Hendrawan menilai Boediono mulai tertarik dengan bidang ilmu psikologi karena dalam rapat-rapat yang dilakukan dinilai banyak menggunakan ilmu psikologi.
"Saya kira belum ada ilmu psikologi pasar pelaku bisnis dalam ilmu psikologi," ujar Boediono.
Beberapa hal yang dinilai kental dengan nuansa psikologi dicontohkan Hendrawan, seperti rapat tanggal 19 November 2008 yang isinya seperti ada aspek psikologis yang tertekan pada anggotanya.
"Bahkan di tanggal 24 (November) Pak Boediono sendiri panik," jelasnya.
Hendrawan juga menanyakan mengapa rapat yang digelar saat itu seperti ingin sahur. Dia bertanya apakah hal itu mengindikasikan bahwa BI memang panik pada saat itu.
"Presiden AS pas waktu saya cek juga tidak sampai seperti itu," ucapnya.
Boediono menjawab, pihaknya ingin semua mantap. "Tidak (panik). Masa kritis memang begitu, harus ditangani kapanpun. Secara psikologis rapat itu baik," jawab Boediono dengan tenang.
(amd/nvc)











































