Gus Dur: Itu untuk Ganjal Saya

Syarat Periksa Rohani-Jasmani

Gus Dur: Itu untuk Ganjal Saya

- detikNews
Kamis, 15 Apr 2004 18:47 WIB
Jakarta - KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merasa tersinggung dengan keharusan pemeriksaan kemampuan rohani dan jasmani bagi calon presiden oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, kewajiban KPU ini upaya untuk mengganjalnya pencalonan presidennya."Saya rasa, KPU niatnya sudah jelek. UUD 1945 saja tidak menyatakan persyaratan lihat apa tidak lihat. Saya dalam beberapa minggu lagi bisa melihat. Bagaimana caranya? Ya, cuma saya yang tahu," ujar Gus Dur setengah kesal kepada wartawan usai jumpa pers Gus Dur Crisis Center di Kantor DPP Partai Nasional Marhaenis, Jl. Cidurian, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2004).Demikian Gus Dur ketika mengomentari pemeriksaan rohani dan jasmani calon presiden dan wakil presiden oleh KPU dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemeriksaan sendiri akan dilakukan dalam dua gelombang, yaitu 26-29 April dan 10-13 Mei 2004.Pemeriksaan terhadap calon akan dimulai dari tahap nol yang meliputi anamnesis, psikiatrik, pemeriksaan jasmani, pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan itu untuk menemukan adanya distabilitas dari calon yang meliputi system saraf, jantung dan pembuluh darah, pernafasan, bidang penglihatan, telinga hidung dan tenggorokan (THT), sistem hati dan pencernaan serta gangguan fungsi musculoskeletal."Ya itu memang diadakan untuk mengganjal saya. Ya, silakan saja," ujar gus Dur lagi. Ketika ditanya kalau dirinya memang benar-benar terganjal, siapa yang diajukan oleh PKB sebagai penggantinya? Gus Dur tak mau menjawabnya. Dalam kesempatan itu juga Gus Dur menyesalkan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar yang akan menangkap provokator Pemilu 2004."Saya protes dan menyesalkan kata-kata Kapolri, karena itu bentuk arogansi penguasa, ya kita lihat saja nanti," jelas Gus Dur. (zal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads