Karyawan HI Tolak PHK
Kamis, 15 Apr 2004 18:47 WIB
Jakarta - Seribuan karyawan Hotel Indonesia (HI) yang bakal d PHK menyusul direnovasinya hotel tersebut resah. Mereka meminta kebijakan tersebut ditinjau kembali."Bagaiamana pun kami akan menolak PHK itu. Apalagi pesangonnya sangat rendah," kata Serikat Pekerja HI, Syahrul Sidiq kepada detikcom saat ditemui di HI, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Kamis (15/4/2004).Dijelaskan Syahrul, saat renovasi selesai dilakukan diperkirakan HI akan membutuhkan 8000 sampai 10.000 orang karyawan. "Lalu mengapa kami yang hanya sekitar 1.300 orang ini di-PHK," ungkap Syahrul.Masih menurut Syahrul, pihaknya sudah berulangkali melakukan negosiasi dengan pihak manajemen. Namun hingga 8 kali pertemuan, belum juga diperoleh titik temu antara kedua belah pihak. "Kami hanya diberi pesangon 1,5 kali UU Tenaga Kerja No 13/203," kata Syahrul.Sekedar diketahui, akhir Maret lalu, pemerintahan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyetujui kesapakatan antara PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dengan PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI) untuk merenovasi total hotel tersebut. Kerja sama peremajaan itu berbentuk BOT (build operation and transfer) selama 30 tahun.Terkait rencana itu, mulai hari ini HI tidak lagi menerima tamu baru. Pelayanan akan dihentikan sama sekali dan hotel akan ditutup pada 30 April mendatang. Namun sayangnya, menyusul penutupan itu semua karyawan hotel akan di-PHK.
(djo/)











































