"Contoh ketika saya ke Malaysia bersama keluarga saya. 'Sudah pulang toh, Mas? Katanya ke Malaysia?' ucap Sigid seperti ditirukan Antasari dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (12/1/2010).
Antasari menduga, Sigid mengetahui gerak-geriknya itu dari para ajudannya. Sebab, ajudannya mendapatkan bantuan dana dari Sigid dan itu baru diketahuinya setelah 4 bulan mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya.
"Karena saya ditahan, dan mau ada penarikan pengawal, saya undang mereka datang. Di situlah mereka cerita kalau menerima dana. Saya tanya mengapa kok tidak pernah cerita sebelumnya?" tutur Antasari.
Menurut Antasari, dirinya mengenal Sigid sebagai pengusaha yang punya akses cukup luas kepada pejabat negara. Dia mengaku hanya berteman biasa dengan pemilik PT Pers Indonesia Merdeka (PIM).
"Sigid itu siapa, kok, Anda sebagai ketua KPK datang ke rumahnya? Wili (Kombes Wiliardi Wizar) juga datang?" tanya anggota majelis hakim.
"Itu juga yang menjadi pertanyaan saya pada waktu yang bersangkutan mengetahui kalau Kapolri membentuk tim (untuk menyelidiki teror kepada Antasari)," ucap Antasari Heran. (irw/gah)











































