"Saat ini kita masih membentuk tim. Tim ini bertugas merumuskan nama dan persiapan-persiapan yang diperlukan untuk deklarasi partai setelah 40 harinya Gus Dur," kata juru bicara PKB Yenny Imron Rosyadi Hamid kepada detikcom, Selasa (12/1/2010).
Menurut suami mantan Sekretaris FPKB Anisah Mahfudz ini, rapat di Ciganjur Senin (11/1/2010) kemarin malam, juga menyikapi banyaknya dukungan yang masuk kepada keluarga Ciganjur untuk membuat partai baru. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan pengurus DPP, DPW dan DPC sampai ranting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imron menjelaskan bahwa partainya akan memperjuangkan sepenuhnya gagasan dan perjuangan Gus Dur. Sebab, selama ini banyak partai yang melupakan perjuangan Gus Dur termasuk PKB sendiri.
"Yang pasti kita akan membawa visi-misi Gus Dur. Segala persiapannya sekarang sedang digodok. Tim yang mengkaji juga sedang dipersiapkan termasuk siapa-siapa. Tim ini akan diisi kelompok profesional dan lintas etnis," paparnya.
Saat ditanya waktu muktamar, Imron memperkirakan pada bulan April mendatang. Sebelum itu, semua tim akan melengkapi pengurus sebegai peserta muktamar. "Insya Allah kalau nggak Maret ya April mendatang," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, kemelut di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya akan segera berakhir. Kubu PKB Gus Dur yang diwakili Yenny Wahid mempersiapkan 3 opsi untuk mengatasi perseteruan internal. Opsi ketiga yang akan dipilih karena paling kecil mudhorotnya.
"Rapat PKB Gus Dur tadi malam di Ciganjur membahas penyikapan terhadap wacana 'penggabungan' PKB. Ada 3 opsi yang sempat mengemuka," kata Juru Bicara PKB Gus Dur Imron Rosyadi Hamid dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (12/1/2010).
3 Opsi yang mengemuka dalam rapat di kamar Gus Dur adalah pertama, bergabung dengan PKB pimpinan Muhaimin cs (muktamar Ancol). Kedua, tetap berjuang memperebutkan pengakuan PKB yang sah dengan risiko energi umat akan habis karena terus berkonflik. Opsi terakhir, membuat kendaraan baru (partai) untuk menampung massa Pro Gus Dur yang secara mayoritas menguasai konstituen PKB.
(gah/iy)











































