"Kami malah menyukai itu (resuffle)," ujar Sekjen Golkar Idrus Marham usai pemeriksaan Wapres Boediono oleh Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Idrus menjelaskan, sikap Golkar tersebut dalam arti setiap pejabat negara memang harus dievaluasi untuk meningkatkan kinerja. Terlebih, hak reshuffle berada sepenuhnya di tangan Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Idrus, Golkar juga tidak segan-segan melakukan evaluasi terhadap kadernya yang menjabat sebagai menteri. Apabila dinilai tidak efektif, partai siap untuk menariknya dari kabinet.
"Selain itu kami juga sebagai partai berhak mengevaluasi anggota kami kalau anggota kami yang tiga orang itu tidak efektif lagi, ya, kita tarik," jelasnya.
Idrus menambahkan, rencananya, pada Rabu (13/1/2010) besok, akan mengadakan rapat pengurus harian. Tidak menutup kemungkinan reshuflle kabinet akan juga dibahas. Golkar memiliki 3 menteri di kabinet, antara lain, Fadel Muhammad, Agung Laksono dan MS Hidayat.
(ape/irw)











































