"Kebetulan Pak Boediono tidak ada keluhan. Nggak ada apa-apa jadi kenapa harus minta maaf? Ini risiko dari sebuah keterbukaan," kata Idrus di sela-sela pemeriksaan Pansus terhadap Boediono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Menurut politisi dari Golkar ini, sejak awal Pansus telah menyepakati agar setiap pemeriksaan dilakukan secara terbuka. Meski rawan 'kecolongan', Pansus tetap akan menggelar rapat secara terbuka.
"Kita ini kan Pansus memutuskan bahwa rapat ini harus terbuka. Saya jamin rapat tetap terbuka kami ingin masyarakat agar keterbukaan digunakan sebaik-baiknya dan dipergunakan sesuai etika yang ada niat yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik," jelasnya.
Idrus menjelaskan, Pansus akan mengevaluasi tata tertib pascainsiden teriakan Boediono 'maling'. Ia berharap ke depan masyarakat yang ingin melihat secara langsung rapat Pansus lebih memahami etika dan sopan santun.
"Karena itu saya ketua Pansus mengimbau kepada masyarakat semua keterbukaan yang kita beri dapat se-objektif mungkin dimanfaatkan. Kalau seperti ini di satu sisi Pansus ingin terbuka di sisi lain seperti ini (ricuh) tidak produktif menurut saya."
Kemampuan setiap pengunjung rapat untuk tertib memang sulit dikontrol. "Yang paling pokok itu kesadaran bersama, jangan minta maaf lagi, mengulang kesalahan lagi," pungkasnya.
(ape/anw)











































