"Ya semoga jadi tambah baik, tidak ada lagi diskriminasi," ujar seorang Bapak R, yang enggan disebutkan nama lengkapnya, usai membesuk anak ketiganya, di Rutan Pondok Bambu, Jl Pahlawan Revolusi No 38, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2010).
Hal senada juga disampaikan Ibu E yang berharap dengan penonaktifan Kepala Rutan Sarju Wibowo bisa membuat pembinaan bagi putrinya bisa lebih baik.
"Jangan cuma kepalanya, anak buahnya yang terlibat harus dipecat juga. Terus pungli jangan ada lagi," tambahnya.
Yang membuat miris, menurut E, putri ketiganya pernah ditawari untuk ganti kamar yang lebih baik oleh sipir rutan.
"Anak saya pernah ditawari kalau mau pindah kamar yang bagusan tapi harus bayar. Cuma belum tahu berapa soalnya saya sudah nolak karena tidak ada uang," terang ibu berkerudung ini.
Bisnis kamar di Lapas memang sudah menjadi rahasia umum. Mantan pejabat, pengusaha maupun para terpidana kasus narkotika sering kali mendapat fasilitas lebih di dalam Lapas. Namun dengan temuan Satgas membuat mata masyarakat semakin terbuka dan menguak sisi lain dari Lapas.
(her/ndr)











































