"Ya kita jemput bola. Ya namanya sudah dipublikasikan ada ancaman, kita cek kebenarannya," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang melalui telepon, Selasa (12/1/2010).
Tim dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) pun sudah dikirimkan ke rumah Susno untuk mengecek isi ancaman itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut menurut Edward, tentu bila ada anggota masyarakat yang merasa terancam polisi akan bergerak memberikan bantuan. "Polisi akan turun tangan," tutupnya.
Susno mengaku mendapatkan ancaman melalui orang tidak dikenal melalui SMS. Isinya agar Susno tidak lagi berbicara ke media. Bila tidak dia akan dibunuh.
Sebelumnya Mabes Polri meminta Susno melaporkan resmi ancaman yang diterimanya itu. Namun lewat pengacaranya Susno menolak dan menyatakan seharusnya Mabes Polri bertindak tanpa menunggu laporan karena sudah menyangkut keamanan salah satu patinya.
(ndr/iy)











































