"Begitulah orang-orang kita, tidak memegang etika. Seharunya kita memegang etika politik di dalam Pansus," kata Marzuki di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Peneriak 'Boediono maling' adalah Laode Kamaludin (35), aktivis Komite Pemuda Anti Korupsi (KAPAK). Marzuki menyayangkan Kamal yang seharusnya bisa berpikir jernih dan rasional.
"Mereka kan calon pemimpin. Bagaimana republik ini kalau dipimpin orang yang tidak punya etika," lanjutnya.
Marzuki menyerahkan sepenuhnya masalah Kamal ini kepada polisi. "Kalau ada pasal yang dilanggar, Polda silakan proses," pungkasnya.
(fay/anw)











































