Spanduk Hujatan terhadap Pengritik Mega Muncul di Yogya

Spanduk Hujatan terhadap Pengritik Mega Muncul di Yogya

- detikNews
Kamis, 15 Apr 2004 17:01 WIB
Yogyakarta - Rencana Ketua Umum PDIP Megawati menggugat Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid dan Erros Djarot ke pengadilan, berbuntut.Setidaknya, itu tampak pada Kamis (15/4/2004) ini, di beberapa sudut kota Yogyakarta muncul berbagai spanduk yang berisi kecaman terhadap orang atau kelompok yang telah mengecam dan mengritik Megawati. Namun hingga kini tidak diketahui siapa yang telah memasang spanduk-spanduk tersebut.Berdasarkan pantauan detikcom, sedikitnya ada enam tempat yang dipasang spanduk yang berisi kecaman dengan nada "membela" Megawati. Spanduk itu di antaranya dipasang di seputar Kridosono Jalan Yos Sudarso, Pojok Beteng Wetan, Perempatan Godomanan Jalan Sultan Agung, perempatan Tugu di Jalan Sudirman depan Pizza Hut, perempatan Pingit Jalan Diponegoro, pertigaan arah Jalan Godean. Hampir sebagian besar spanduk itu dibentangkan di antara tiang bendera milik Pemerintah Kota Yogyakarta.Ketika ditanyakan kepada beberapa sopir becak yang mangkal di perempatan Pinggit, siapa yang telah memasang spanduk tersebut, sebagian besar mengaku tidak tahu. "Saya tak tahu, Pak. Kira-kira baru tadi malam memasangnya karena Rabu sore kemarin ketika saya pulang ke rumah masih belum ada," kata Marno.Spanduk-spanduk itu sebagian dipasang di tempat-tempat strategis di berbagai penjuru kota Yogyakarta. Panjangnya juga hampir sama, sekitar 4 meter, dengan warna putih tulisan memakai cat warna merah. Semua tulisan ditulis dengan tangan, bukan disablon. Di bagian bawah kanan bertuliskan singkatan "PUMA", nama kelompok tersebut. Namun sampai sekarang belum diketahui apa nama kepanjangan singkatan tersebut.Uniknya, spanduk-spanduk itu sebagian ditulis menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Beberapa spanduk tersebut di antaranya bertuliskan "Sing Ngomong Wong Licik Wong Ora Ngerti (yang ngomong orang licik itu orang tidak tahu), Wong Cilik = Wong Licik; Takayul, Maling Teriak Maling, Licik Teriak Licik, Sing Ngomong Wong Licik, Wong Ora Ngerti (Yang ngomong orang licik itu orang tidak mengerti), Wong Cilik = Wong Licik, Ngapusi ( Wong Cilik = Wong Licik,Bohong).Sementara itu Ketua DPD PDIP DIY, H Djuwarto ketika dikonfirmasi juga menyatakan tidak tahu-tahu menahu mengenai adanya tulisan yang terpasang di beberapa tempat di kota Yogyakarta dan pihaknya tidak pernah memerintahkan kadernya melakukan hal seperti itu. "Kita malah belum tahu dan kita tidak pernah menyuruh melakukan seperti itu," katanya. (nrl/)


Berita Terkait