"Ada kesalahan sistem pengelolaan dan manajemen. Itu yang harus segera dibenahi harus ada ketegasan dengan dilakukan evaluasi menyeluruh di semua lapas. Jadi tidak ada seperti itu di lapas lain," ujar anggota Komisi III DPR Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Ahmad menambahkan, bagi kalapas yang kredibitasnya baik, perlu diberikan penghargaan. Sedangkan bagi kalapas yang kredibilitasnya buruk, maka harus diberi sanksi seberat-beratnya. "Supaya tidak ada lagi kesalahan serupa," kata Ahmad.
Ahmad juga menilai, adanya fasilitas wah itu merupakan bentuk keteledoran dalam pengawasan sehingga membenahinya tidak cukup dengan memecat pihak terkait.
"Tidak cukup hanya dengan dipecat. Cerita seperti itu cerita yang setiap saat timbul dan menjadi rahasia umum. Banyak orang bercanda menginap di lapas lebih mahal daripada hotel," tandas Ahmad.
Fasilitas mewah yang dinikmati Ayin dan napi lainnya terbongkar saat Satgas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan sidak ke Rutan Pondok Bambu, Minggu (10/1/2010) lalu. Saat Satgas sidak, Ayin kepergok sedang melakukan perawatan wajah. Kamar Ayin juga penuh fasilitas mewah, seperti TV, AC, lemari es, ranjang dan alat fitness. Sedangkan kamar napi narkoba seumur hidup, Aling, ada fasilitas karaoke.
(nik/fay)










































