"Soal reshuffle, ah saya kira tidak ada itu. Masih 100 hari, saya kira belum ada apa-apanya," kata JK usai acara peluncuran buku 'Korupsi Mengkorupsi Indonesia' di Graha Niaga Sudirman, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Mantan ketua umum Partai Golkar ini tidak mau ikut campur soal siapa saja menteri yang gagal dan harus di-reshuffle. Sebab, urusan ganti-mengganti menteri murni kewenangan presiden yang tidak bisa diintervensi siapapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, menjelang berakhirnya 100 hari pemerintahan SBY, tuntutan agar presiden melakukan evaluasi serius atas pelaksanaan program 100 hari terus menguat.
Salah satu bentuk evaluasi terhadap menteri yang gagal mencapai target adalah dengan melakukan reshuffle dan mengganti dengan menteri yang lebih baik.
(lia/yid)











































