"Belum padam juga. Sekarang malah pemadamnya kelihatannya sudah pasrah nunggu reda sendiri," kata salah seorang warga di lokasi kejadian, Willianasta, saat dihubungi lewat telepon, Selasa (12/1/2010).
Bahkan, kata Willi, jumlah mobil pemadam kebakaran kini hanya tersisa dua unit. Sebagian petugas yang tersisa juga mulai tampak kelelahan.
"Sudah terlanjur basah semua. Tidak ada yang bisa diselamatkan lagi," lanjutnya.
Pabrik yang luasnya mencapai satu hektar tersebut terbakar sejak pukul 23.00 WIB Senin malam. Hingga pukul 07.00 WIB, api sulit dipadamkan karena angin yang kencang dan bahan-bahan di dalam pabrik yang mudah terbakar.
Sedikitnya, ada 25 kontainer kapas yang baru saja dimasukkan ke dalam pabrik yang terletak di Jl Timur I Blok E Kawasan MM 2100 Cibitung, Bekasi, ini. Kapas tersebut adalah bahan untuk pembuatan bahan baku tekstil.
Belum ada laporan mengenai korban dalam peristiwa ini. Namun sejumlah kendaraan milik pabrik tersebut ikut terbakar. Kerugian ditaksir mencapai angka triliunan rupiah.
(mad/ddt)











































