"Api masih sulit dipadamkan karena angin kencang, seluruh konstruksi bangunan sudah runtuh," ujar kepala sekuriti, Irwanto di lokasi, Selasa (12/1/2010).
Menurut Irwanto, selain faktor angin, gudang tekstil yang menyimpan kapas terebut membuat api terus berkobar. Selain itu, kata Irwanto, siang tadi bahan baku kapas baru saja dimasukkan ke gudang tersebut.
"Siang tadi baru saja 25 kontainer berisi kapas baru saja dimasukan, sehingga sulit dipadamkan," terang Irwanto.
Selain menghabiskan gudang yang memiliki luas hingga satu hektare tersebut, api juga melalap sejumlah kendaraan angkut kapas yang ada di dalam gudang. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerugian materil mencapai triliunan rupiah.
"Diperkirakan kerugian mencapai 1 hingga 2 triliun," jelas anggota sekuriti gudang, M Sakri.
(ddt/mad)











































