''Mudah-mudahan ini menjadi satu tes case untuk Satgas. Satgas diharapkan memiliki satu hati nurani dan sikap jernih untuk menindak lanjuti hasil temuan mereka. Kalau ini jadi pamer dan pencitraan Presiden SBY itu tidak artinya,'' kata Pengamat Politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti usai seminar bertajuk ''Indonesia Next, New Hope'' di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Senin (11/1/2009).
Menurut Ikrar, pemberian fasilitas yang berbeda di dalam sebuah lembaga pemasyarakatan sudah menjadi rahasia umum dan baru saat ini bisa terbukti dan terungkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai adanya sejumlah oknum yang terlibat dalam pemberian fasilitas mewah kepada narapidana, Ikrar mengatakan itu hal yang lumrah terjadi di lapas.
''Tahanan yang memiliki uang banyak bisa menyulap ruangannya menjadi hotel bintang lima,'' kata Ikrar.
Ketika diminta menanggapi terkait rencana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang membutuhkan anggaran Rp 1 triliun untuk memperbaiki lapas, Ikrar meminta agar penggunaannya harus jelas.
''Apakah itu untuk memperbaiki fasilitas lapas atau untuk tahanan tertentu atau tahanan yang lain. Kalau untuk tahan lain itu tidak soal, kalau anggaran yang digunakan untuk fasilitas orang tertentu its not fair,'' jawab Ikrar.
(mpr/gah)










































