Meski Warganya Dibunuh, Pasukan Italia akan Terus di Irak
Kamis, 15 Apr 2004 11:25 WIB
Jakarta -
Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi bertekad untuk terus menempatkan pasukan Italia di negara Irak. Penegasan ini disampaikan Berlusconi menanggapi pembunuhan seorang sandera Italia di negeri bekas rezim Saddam Hussein itu."Mereka telah menghancurkan satu jiwa. Namun mereka tidak mematahkan upaya-upaya dan nilai untuk perdamaian," tegas PM Berlusconi dalam sebuah statemen, menyusul pembunuhan seorang penjaga keamanan Italia, Fabrizio Quattrocchi. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (15/4/2004).Pembunuhan oleh kelompok bersenjata Irak ini terjadi menyusul serangkaian penculikan warga negara asing yang tengah marak di Irak. Saat ini dikabarkan setidaknya 40 warga asing dari 12 negara masih disandera kelompok-kelompok perlawanan di Irak.Menurut stasiun TV Arab, Al Jazeera, para penculik WN Italia mengancam akan membunuh tiga sandera lainnya jika pemerintah Italia tidak memenuhi tuntutan mereka untuk menarik pasukannya dari Irak. Sama seperti Quattrocchi, ketiga sandera Italia itu bekerja untuk sebuah perusahaan keamanan khusus Amerika Serikat. Keempatnya diculik beberapa pria bersenjata tak dikenal pada Senin (12/4/2004) lalu. Al Jazeera mengatakan telah mendapat rekaman pembunuhan Quattrocchi. Namun rekaman tersebut tidak akan ditayangkan karena "terlalu berdarah". "Kami punya rekamannya namun kami tidak akan menyiarkannya karena itu terlalu berdarah," tukas seorang pejabat stasiun TV satelit tersebut.Berlusconi mengirimkan hampir 3 ribu pasukan Italia ke Irak. Pemimpin Italia itu menjadikan dirinya sebagai pendukung kuat Presiden AS George W Bush.
(ita/)










































