"Hepeng (uang) punya kuasa mengatur negara apalagi penjara," kata anggota Komisi III Nasir Djamil mengomentari mewahnya sel napi saat dihubungi wartawan, Senin (11/1/2010).
Dikatakan Nasir, temuan Satgas Antimafia Hukum yang memergoki sel dengan fasilitas mewah Ayin Cs di Rutan Pondok Bambu semalam, sebetulnya bukanlah hal yang baru di dunia penjara. Sebab menurutnya uang masih memegang peranan penting di dunia penjara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama adalah lemahnya kontrol dan lemahnya pengawasan di tubuh Ditjen Pemasyarakatan, atau yang kedua semacam pembiaran," katanya.
Dua hal itu yang menurutnya perlu diklarifikasi. Kalau kemudian ada pihak atau pejabat yang mengurusi Lapas atau Rutan yang beralasan tidak tahu soal sel mewah napi, lanjut Nasir, justru hal itu menimbulkan pertanyaan apa kerjaan mereka. Sehingga kemungkinannya adalah mereka tahu tetapi sengaja dibiarkan.
"Dan itu luar biasa sekali. Mereka yang berduit bisa keluar seminggu sekali alasannya berobat sakit dan sebagainya. Semua dikondisikan dengan duit. Kalau yang nggak punya uang ya apes aja," katanya.
Terhadap hal ini, Nasir mengusulkan adanya perubahan secara menyeluruh dalam pengelolaan Lapas dan Rutan. Perubahan itu melingkupi kepemimpinan Lapas dan Rutan, maupun pengelolaannya.
"Bahasa halusnya pembenahan secara gradual dari atas ke bawah. Meskipun maksudnya diganti," ujarnya.
Dalam sidak yang dilakukan Satgas Antimafia Hukum, Minggu malam kemarin, Satgas memergoki sel 'mewah' Ayin Cs. Di dalam sel ditemukan pendingin ruangan, kulkas, tv, sampai perlengkapan karaoke.
(Rez/nwk)











































