"Kami tidak bermaksud mengganti bayi mereka (Yahron dan Dwi) itu," kata Direktur RSUD Semarang, Niken Widyah Astuti dalam jumpa pers di Balaikota Semarang, Jl. Pemuda, Senin (11/1/2010).
Niken menceritakan beberapa waktu lalu, ada temuan bayi di Banjarnegara. Setelah dicek, bayi itu tak cocok dengan bayi Yahron dan Dwi di RSUD. Meski demikian, mereka tampak suka dengan bayi itu.
"Lalu, kami tawarkan agar mereka merawat bayi itu. Awalnya, mereka (Yahron dan Dwi) bilang mau. Nggak tahu kalau sekarang mereka malah menolaknya," jelasnya.
Mengenai uang Rp 50 juta yang diberikan kepada Yahron dan Dwi, Niken mengatakan hal itu bukan dana pengganti bayi yang diculik, melainkan santunan dari pemkot.
Saat ditanya apa yang dilakukan RSUD saat ini, Niken tidak menjawab. Ia malah meminta masukan dari pihak luar, termasuk wartawan.
"Terus terang, kami melakukan apa yang kami bisa," pungkasnya.
(try/djo)











































