Pantauan detikcom di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (11/1/2009), sel-sel di blok Edelweiss yang dihuni Darmawati berukuruan 2x3 meter. 1 Ruangan itu minimal diisi 3 orang, ada yang 4 bahkan 6 orang.
Tak ada TV di dalam sel itu, tak ada pula kasur empuk. Mereka tidur dengan menggelar semacam karpet di lantai. Di depan sel banyak baju dan perlengkapan makan digantung sehingga berkesan sumpek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"AC-nya mana?" tanya wartawan.
"Tidak ada!" jawab dia.
"Disembunyikan di lemari?" cecar wartawan.
"Isinya baju-baju dan celana dalam, tidak ada AC!" tangkis Darmawati.
Darmawati bercerita didampingi oleh 4 napi lainnya yang mendapatkan fasilitas berbeda dengan yang napi pada umumnya. Mereka adalah Artalyta Suryani (Ayin), Aling (kasus narkoba), Ines Wulandari dan Eri.Β
Mereka duduk berlima di sebuah bangku panjang di lapangan Rutan. Wartawan mengelilingi mereka untuk menanyakan soal fasilitas mewah yang mereka dapatkan. Namun dari 5 orang itu, hanya Darmawati yang bicara. Dia bicara dengan meluap-luap menyangkal semua kabar yang beredar. Sedangkan Artalyta hanya diam saja sembari menyembunyikan wajahnya di balik punggung napi lainnya.
Namun sayang tanya jawab ini hanya berlangsung singkat karena wartawan kemudian diajak berkeliling rutan guna menunjukkan sel-sel para napi. (nwk/nrl)











































