Ngutang, Komputer Ngadat, Bingung Isi Form Warnai Sumbar
Rabu, 14 Apr 2004 18:10 WIB
Padang - Cerita Pemilu legislatif di Sumbar lumayan seru. Ada yang kekurangan duit sampai ngutang, komputer ngadat, dan petugas yang bingung mengisi form.Perhitungan suara manual di KPU Kota Padang baru mencapai 30 persen. Di kota ini sendiri ada 13 kecamatan. Baru 4 kecamatan yang selesai dihitung."Mudah-mudahan besok pas sidang pleno KPU sudah masuk. Malam ini kami akan bekerja keras menyelesaikan perhitungan," kata Ketua KPU Kota Padang Endang Mulyani di kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (14/4/2004).Di kecamatan Koto Tangah sendiri terdapat 314 TPS. Pemilih yang terdaftar ada 91.178 orang, sedangkan yang menggunakan hak pilih sekitar 60 persennya."Ada sekitar 2.000-an kartu pemilih yang dikembalikan ke TPS-TPS. Antara lain karena ada kartu yang dobel, meninggal dunia, alamatnya tidak diketahui, dan di bawah umur," jelas Ketua PPK Koto Tangah Syafrizal.Di kecamatan ini ada 13 kelurahan, tutur dia, namun formulir model D yang baru masuk sampai hari ini baru dari 9 kelurahan. Masalah lainnya, ada salah cetak di formulir C2. Sehingga hal itu membingungkan petugas TPS dalam melakukan perhitungan suara. Ada juga perhitungan suara yang hanya calegnya, sedangkan partainya tidak, sehingga harus dihitung ulang."Masalah terbesar karena kurangnya sosialisasi dalam pengisian formulir. Kurang petunjuk tentang apa yang dimasukkan dalam kotak. Banyak human error karena kurang petunjuk. Ada juga yang partai dan caleg dihitung dua-duanya, sehingga dilakukan perhitungan koreksi, jadi butuh waktu lama," urai Syafrizal.Ngutang DuitSedangkan di kecamatan Batang Anai kabupaten Padang Pariaman, masalah terbesar adalah kurang dana operasional untuk pekerja yang menghitung suara di kecamatan dan antar jemput kotak suara dari TPS."Saya sudah ngebon dari bendahara kecamatan sekitar Rp 2 juta untuk operasional," keluh Ketua PPK Batang Anai Edison Zelmi.Di kecamatan ini terdaftar 25.204 pemilih, sedangkan yang mengunakan hak pilih hanya sekitar 16.000 orang. Itupun ada sekitar 2.000-an orang yang tidak terdata pada 10 TPS.Edison juga mengeluhkan kurangnya petunjuk mengisi form, juga mengenai apa-apa saja yang harus dimasukkan ke kotak. Hal ini cukup menyulitkan pekerjaan."Juga ada perhitungan ulang surat suara karena ada yang hanya mencoblos partai saja, tapi dihitung juga ke caleg nomor satu. Akibatnya dihitung ulang dengan saksi polisi dan lainnya," tutur dia.Sementara di kecamatan X Koto kabupaten Tanah Datar, masalah utama adalah teknologi informatika (TI)."Komputer tidak bisa jalan. Untungnya, perhitungan suara manual sudah selsai. Di sini ada 24.650 pemilih, sedangkan yang memberikan hak pilih 19.083 orang," papar Ketua PPK X Koto Zainal Abidin.
(sss/)











































