Problem Hari H Pemilu KPU Tidak Profesional
Rabu, 14 Apr 2004 17:35 WIB
Jakarta - Sejumlah pemantau pemilu mengaku menemukan sejumlah masalah dalam pelaksanaan Pemilu 2004. Di antaranya yang paling menonjol adalah ketidakprofesionalan Komisi Pemilihan Umum (KPU).Demikian ditegaskan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Didik Supriyanto kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan 13 lembaga pemantau pemilu di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (14/4/2004)."Menurut data-data yang dikumpulkan mereka (pemantau), ternyata hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Panwaslu. Dari proses pemungutan dan penghitungan suara, problem yang dilihat pemantau adalah KPU tidak menjalankan tugasnya secara profesional," kata Didik.Ditambahkan Didik, dalam pertemuan itu juga terungkap pelanggaran dan kecurangan berpeluang terjadi karena minimnya honor petugas di TPS-TPS. Menurut Didik, ada indikasi petugas-petugas tersebut menerima suap."Hal lainnya yang juga menjadi problem adalah, banyak KPPS yang tidak paham prosedur penghitungan dan pemungutan suara. Hal ini terjadi karena KPU tidak membekali ketrampilan yang cukup pada mereka," ungkap Didik.Masih menurut Didik, ketidakprofesionalan KPU itu juga menimbul berbagai persoalan lain. Berdasarkan data dari pemantau, kasus yang banyak terjadi adalah kurangnya logistik pada hari H dan tertukarnya surat suara antar daerah pemilihan.KPU Harus PerhatikanKetua Panwaslu Komarudin Hidayat menegaskan, KPU harus memperhatikan berbagai kasus pelanggaran dan kecurangan ini. Menurutnya, laporan mengenai pelanggaran dan kecurangan pemilu ini semakin hari semakin banyak."Jika tidak diperhatikan oleh KPU, hal ini bisa menjadi bom waktu. Akibatnya bisa menyebabkan pemilu cacat hukum dan berdampak pada Pemilu berikutnya," tegas Komarudin.Sekedar diketahui, ke-13 pamantau Pemilu yang hadir itu antara lain, KIPP, JPPR, Mapelu, Cetro, Forum Rektor dan LIPI. Pertemuan hari ini difokuskan pada pelanggaran dan kecurangan pada hari H.
(djo/)











































