"Kami mendoakan bangsa Indonesia supaya terlepas dari berbagai bencana. Banyak korban meninggal sia-sia, karena itu dengan puasa itu bisa mengurangi bencana yang terjadi di Indonesia," kata Elizabeth di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kosambi Baru, Jl Kosambi Raya, Jakbar, Minggu (10/1/2010).
Elizabeth, Andri (25), Ani Minarti (46) warga Blitar ikut bersama Eni melakukan ritual bertapa mutih sejak 27 November lalu. Namun tepat di hari ke-34, Eni yang kondisi fisiknya tidak kuat akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Dalam menjalankan ritual ini, Elizabeth juga mengaku sengaja untuk mengikuti ajaran Alkitab. Dan yang terakhir, Elizabeth berharap pengurusan visa ke Inggris dapat berjalan lancar. "Saya ke Inggris dan beberapa negara Eropa untuk memperdalam ilmu mempelajari jemaat," tambahnya.
4 Januari malam, Eni memang mengaku lemas dan tidak enak badan. Namun ia tetap terus melanjutkan pertapaannya. Lalu 5 Januari, akhirnya Eni menghembuskan nafasnya yang terakhir. Namun ketiga rekannya masih yakin jika Eni sedang menjalani proses.
"Kami berkeyakinan Eni sedang dibawa oleh malaikat untuk melindungi atau memastikan adanya surga dan neraka. Nanti pada hari ke lima akan dibangkitkan lagi ke alam dunia," jelas Elizabeth.
Elizabeth dan kedua rekannya mengaku tidak mencium bau busuk meski jasad Eni berada di samping mereka. Mereka terus mendoakan Eni hingga hari kelima. "Kami mulai yakin mukjizat itu belum datang," keluhnya.
(mok/iy)











































