Agum Sangkal Gembosi PDIP dengan Tarif Telepon
Rabu, 14 Apr 2004 16:30 WIB
Jakarta - Menhub Agum Gumelar menyangkal kebijakan kenaikan tarif telepon yang dirilisnya menjelang coblosan 5 April adalah disengajanya untuk membuat perolehan suara PDIP anjlok."Ya, itu haknya pengecam. Mengecam memang sudah menjadi tren. Tapa lebih tahu dulu permasalahannya," tukas Agum saat ditanya wartawan usai menemani para pebulutangkis menghadap Presiden Megawati di Istana Negara, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (14/4/2004)."Menurut Anda bagaimana, apakah tipe Pak Agum ini menggembosi Ibu Mega. Ada nggak?" tanya pensiunan jenderal ini pada wartawan. Seorang wartawan menjawab, tidak ada. "Ya sudah, itu jawabannya," tandas Agum.Seperti diketahui, pemerintah menetapkan kenaikan tarif telepon lokal sebesar 28 persen. Kenaikan juga terjadi pada biaya abonemen sebesar 28 persen. Sedangkan tarif SLJJ naik sebesar 10 persen. Kenaikan berlaku 1 April 200, atau beberapa hari sebelum pemilu legislatif.PDIP sendiri untuk sementara hanya meraih 20% suara, turunn 12% dibanding Pemilu 1999.
(nrl/)











































