Liputan Media Arab Bikin Kesal Pejabat-pejabat AS
Rabu, 14 Apr 2004 16:05 WIB
Jakarta -
Kilasan gambar pasukan AS mengebom masjid dan menewaskan jamaah Irak. Rekaman gambar anak-anak yang dikatakan sebagai korban senjata AS. Wawancara dengan warga Irak yang menuding Amerika sengaja menyerang ambulans.Gambar-gambar dan kata-kata seperti itu yang ditayangkan stasiun TV Arab, adalah jenis liputan yang dikecam pejabat-pejabat AS. Alasannya, itu semata-mata merupakan kebohongan.Namun media-media Arab menegaskan bahwa mereka telah berupaya maksimal untuk melaporkan kebenaran dari perspektif Arab. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Rabu (14/4/2004).Televisi Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan Al-Arabiya di Uni Emirat Arab telah menayangkan wawancara dengan beberapa warga Irak yang menuduh pasukan AS sengaja menyerang warga sipil. Kedua TV Arab tersebut juga melaporkan sejumlah warga sipil yang terbunuh ketika helikopter AS menembakkan tiga rudal ke arah masjid di Fallujah. Menurut saksi mata, gempuran dilancarkan ketika para jamaah berkumpul untuk beribadah.Namun Marinir AS membantahnya. Menurut mereka, helikopter AS menyerang para militan yang bersembunyi di tempat ibadah tersebut dan tidak ada korban jiwa dalam serangan ini.Komandan pasukan AS di Irak, Jenderal John Abizaid, Senin (12/4/2004) lalu mengecam Al-Jazeera dan Al-Arabiya atas tayangan, yang menurutnya laporan bohong tentang pasukan AS yang sengaja menargetkan warga sipil di Fallujah.Militer AS bahkan menyampaikan langsung protesnya kepada Al-Jazeera, Selasa (13/4/2004) kemarin. Yakni ketika komandan tinggi AS di Irak, Brigjen Mark Kimmitt diwawancarai stasiun tersebut.Kimmitt menuding stasiun tersebut "melaporkan kebohongan tanpa dasar" ketika mengatakan hal-hal seperti para prajurit yang menyandera warga sipil. Padahal sesungguhnya, para militan-lah yang melakukan itu dan menggunakan mereka (warga sipil) sebagai tameng manusia untuk menyerang tentara AS," cetus Kimmitt.Penyiar Al-Jazeera pun menjawab bahwa "gambar tidak berbohong." Namun Kimmitt balik berujar dengan apa yang menurutnya umum di Hollywood: "Kamera sering berbohong."Juru bicara Al-Jazeera, Jihad Ballout kepada Associated Press mengatakan bahwa jaringannya bermaksud untuk menyajikan gambar yang komprehensif. "Pekerjaan kami secara bervariasi dan tidak bisa dihindari telah mengesalkan beberapa orang. Namun begitulah kejadiannya," ujarnya.Senada dengan itu, pihak Al-Arabiya menyatakan bahwa jaringannya bergantung pada laporan saksi mata, para reporter dan briefing militer AS.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































