Umar Farouk menghadapi 6 dakwaan termasuk percobaan penggunaan senjata pemusnah massal dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (9/1/2010).
Pria berusia 23 tahun itu tampil di persidangan dengan mengenakan kaos putih dan celana panjang abu-abu. Mantan mahasiswa University of London, Inggris itu mengkonfirmasi bahwa dirinya telah menjalani pengobatan untuk menyembuhkan luka-luka yang dialaminya dalam insiden peledakan pesawat Northwest Airlines yang gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada otoritas AS, Umar Farouk mengaku telah menerima pelatihan untuk misi itu dari ahli perakit bom Al Qaeda di Yaman. (ita/ita)











































