Pemerintah Rusia akan Evakuasi Sekitar 800 Warga dari Irak
Rabu, 14 Apr 2004 14:30 WIB
Jakarta - Pemerintah Rusia memutuskan untuk mengevakuasi lebih dari 800 warga Rusia dan warga negara-negara bekas Uni Soviet dari Irak pekan ini. Pemerintah Rusia tetap akan menerbangkan mereka pulang, meski beberapa warga Rusia dan Ukraina yang sempat disandera di ibukota Baghdad telah dibebaskan dengan selamat."Tujuh penerbangan akan disediakan dari Kuwait dan Baghdad untuk menerbangkan 553 WN Rusia dan 263 warga Persemakmuran Negara-negara Merdeka yang bekerja di Irak," tukas seorang juru bicara Kementerian Emergensi Rusia.Pesawat-pesawat tersebut akan dikirimkan pada Kamis (15/4/2004) dan Jumat (16/4/2004) lusa untuk keperluan evakuasi. Langkah ini diambil Rusia menyusul maraknya insiden penculikan warga asing oleh kelompok-kelompok perlawanan di Irak.Sekelompok pria bersenjata telah menculik tiga WN Rusia dan lima WN Ukraina, Senin (12/4/2004) lalu. Warga asing tersebut bekerja pada sebuah perusahaan listrik di ibukota Baghdad.Namun para sandera segera dibebaskan dalam waktu 24 jam. Pasalnya, penculik baru mengetahui kalau sebagian dari tawanan itu berasal dari Rusia, yang menentang pendudukan Irak pimpinan AS.Sebagian besar perusahaan Rusia yang bekerja di Irak terlibat dalam proyek-proyek untuk membangun kembali jaringan listrik yang rusak akibat operasi militer AS tahun lalu. Beberapa perusahaan Rusia telah mengumumkan rencana untuk mengevakuasi pekerja-pekerja mereka dari Irak. Termasuk, perusahaan Rusia terbesar di Irak, Tekhpromexport, yang memiliki 370 staf di negeri bekas rezim Saddam Hussein itu.
(ita/)










































