Yusril: KPU Arogan dan Diragukan Mampu Selenggarakan Pilpres
Rabu, 14 Apr 2004 14:11 WIB
Jakarta - Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menilai KPU arogan dan diragukan kredibilitasnya untuk mampu menyelenggarakan Pemilu Presiden 5 Juli 2004."Persiapan Pemilu sekarang ini saja banyak amburadul. Kecurangan luar biasa banyaknya. Pilpres nanti masih akan dilakukan oleh KPU yang sekarang ini. Terus terang kalau saya dari dulu sampai sekarang mempertanyakan kredibilitas kemampuan mereka. Saya nggak percaya kepada mereka."Demikian tukas Yusril usai mengikuti teleconference tertutup antara Presiden Megawati dengan Gubernur, Kapolda, dan KPUD se-Indonesia di Mabes Polri, Jl.Trunojoyo 3, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2004)."KPU sekarang ini orang-orangnya arogan. Sewaktu saya sudah menyiapkan draf hukum berupa Perpu Pemilu, mereka begitu arogannya dalam menyikapi pelaksanaan Pemilu," ujarnya."Sekarang apakah mau dikeluarkan Perpu lagi untuk menghadapi seandainya penghitungan suara tidak sesuai jadwal? Apakah kita harus menghadapi orang-orang arogan seperti ini lagi," tukas Yusril yang sejak masa kampanye sudah berseberangan dengan KPU ini.Kalau sampai penghitungan suara terlambat, menurut pria yang juga menjabat sebagai Menkeh dan HAM ini, KPU harus dibawa ke pengadilan. Supaya masalah keterlambatan jangan sampai selalu dibebankan kepada pemerintah.Sekarang ini, lanjut dia, PBB sedang menyiapkan data-data terkait dengan kecurangan-kecurangan yang dilakukan saat Pemilu legislatif. Sebab banyak terjadi kasus seperti di TPS sudah dihitung oleh semua saksi, tapi tidak diberikan berita acara."Ketika hasilnya diserahkan ke KPPS, suara PBB jadi berkurang, begitu juga ketika sampai di komputer, hasilnya dimainkan lagi. Hal-hal ini yang akan kita persoalkan nanti," tandas Yusril.Sekadar tahu, dalam perhitungan suara sementara melalui teknologi informatika di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu, PBB menempati urutan 8 dengan 2.147.467 suara alias 2,50 persen. Padahal batas electoral treshold (batas perolehan suara untuk bisa ikut pemilu periode selanjutnya) adalah 3%.
(sss/)











































