Penyakit Amnesia Mewabah kepada Para Pejabat

Penyakit Amnesia Mewabah kepada Para Pejabat

- detikNews
Jumat, 08 Jan 2010 17:49 WIB
Penyakit Amnesia Mewabah kepada Para Pejabat
Jakarta - Rupanya para pejabat kita saat ini dilanda penyakit amnesia. Suka lupa dengan apa-apa yang seharusnya mereka ketahui. Mulai lupa anggaran untuk mobil mewah, hingga lupa peran mereka dalam penggelontoran dana talangan (bailout) Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

"Saat ini muncul amnesia massa di kalangan para pejabat," kata Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti saat diskusi Gedung DR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Amnesia para pejabat tersebut, menurut Ray di antaranya oleh Presiden SBY yang mengaku tidak tahu Ketua UKP3R Marsillam Simanjuntak ikut hadir dalam rapat KSSK membahas aliran dana Bank Century yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. SBY juga mengaku tidak tahu menahu soal alokasi dana Menkeu sebanyak Rp 126 miliar untuk membeli mobil dinas para menteri dan para pejabat lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wakil Presiden Boediono saat diperiksa Pansus Century juga lupa akan tugas BPK, dengan menyebut perlu adanya audit tandingan BPK," imbuh Ray.

Para pejabat yang dipanggil oleh Pansus Angket Century pun, lanjut Ray juga menunjukkan gelagat yang sama. Entah menghindar atau sok tidak tahu, mereka rata-rata mengelak saat ditanya soal peran mereka dalam aliran dana ke Bank Century.

"Mereka rata-rata biang, aku lupa, aku tidak tahu, itu bukan job saya, tanya kepada Ibu Siti Fajriyah (pejabat BI)," ujar Ray menirukan para pejabat yang diundang Pansus Angket Century.

"Ada juga menteri yang lupa eselon bawahannya sehingga harusnya mereka dilantik menjadi wakil menteri tetapi akhirnya ditunda," sindir Ray.

Dua kata yang diingat oleh para pejabat itu, sindir Ray cuma kata-kata sistemik dan psikologis. Sebab saat ditanya soal alasaaat ini mengucurkan dana Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, yang mereka jawab cuma dua kata itu, alasan sistemik dan psikologis.

"Kalau wartawan yang biasanya melaporkan kondisi lalu lintas padat merayap, maka sekarang mungkin yang mereka laporkan adalah kondisi lalu lintas padat sistemik," canda Ray disambut tawa para wartawan yang ikut diskusi tersebut.

Puji DPR

Dalam kesempatan ini Ray Rangkuti sempat memuji kinerja DPR. Jika selama ini DPR selalu dipojokkan, maka menurut Ray justru pemerintah yang kini terpojok.

"Saat ini orang beralih menyorot korupsi di eksekutif. Jadi saat ini DPR naik pamor. Bukan karena pernyataan 'bangsat' Ruhut Sitompul, tapi soal kiprah Pansus Angket Century," papar Ray.

"Saya jadi ingat lagu band 'Kuburan' yang judulnya Lupa-lupa Ingat. Sepertinya saat ini pejabat kita seperti judul lagu itu," selorohnya.
(anw/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads