Jenasah Prof Tjip, panggilan akrab Prof Satjipto, tiba di rumah duka pada pukul 15.45 WIB, Jumat (8/1/2010). Sejumlah taruna Akpol langsung menggotongnya ke ruang tamu.
Di rumah duka, Jl. Erlangga 7 Semarang, telah didirikan tenda. Puluhan karangan bunga nampak berjejeran di jalan depan rumah.
Saat jenasah dibawa masuk ke rumah, tangis istri, anak, dan cucu, pecah. Mereka saling berpelukan dengan air mata bercucuran.
Para pelayat diberi kesempatan memberi penghormatan terakhir. Mereka shalat secara bergantian.
Rektor Undip, Susilo Wibowo mengatakan, pihaknya benar-benar kehilangan tokoh besar. "Beliau belum tergantikan hingga kini," katanya di rumah duka, Jl. Erlangga 7 Semarang.
Selain guru besar di Undip, Prof Tjip merupakan dosen PTIK. Tak heran sejumlah perwira polisi turut hadir.
Prof Tjip lahir di Banyumas, 15 Desember 1930. Beliau meninggalkan seorang istri, empat anak, dan belasan cucu.
(try/djo)











































