2 Juta Warga DKI Tak Nyoblos karena Terdaftar di Banyak TPS
Rabu, 14 Apr 2004 12:39 WIB
Jakarta -
Salah satu faktor mengapa 2 juta pemilih di DKI Jakarta yang sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak menggunakan hak pilihnya adalah karena satu orang warga justru malah terdaftar di banyak TPS.Dicky Dooradi, misalnya, mengaku terdaftar di 2 tempat. Uniknya, rekan sekantornya malah terdaftar di 4 tempat. Lagi-lagi, ini karena proses sensus alias P4B yang diakui KPU memang penuh kekurangan."Rendahnya voter turnout ini juga diakibatkan oleh fakta bahwa banyak pemilih yang didaftar secara double. Saya pribadi didaftar di Jakarta dan di rumah saya di Bogor. Rekan kantor saya ada yang terdaftar di 4 tempat: di kost, di rumah kerabatnya di Jakarta juga, di kostnya yang lama dan di kampungnya di Yogja," urai Dicky dalam e-mailnya pada detikcom, Rabu (14/4/2004)."Saya khawatir bila tidak ada media yang mengangkat fenomena ini sebagai penjelasan dari rendahnya jumlah pemilih yang datang ke TPS akan mengakibatkan kesalahpahaman yang berkepanjangan. Sangatlah mungkin pemilih di Jakarta dan di daerah lain tidak muncul di TPS karena terdaftar di banyak TPS," tutur Dikcy."Pertanyaan selanjutnya bagaimana sistem P4B yang harusnya tersentralisasi kok tidak 'menangkap' fenomena daftar yang berganda ini?" sergahnya. Sekadar diketahui, P4B dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ketua KPUD DKI Jakarta sendiri mengakui bahwa terdaftar dobel menjadi penyebab tingginya angka yang mencerminkan 30% pemilih di DKI Jakarta tidak memanfaatkan hak pilihnya.
(nrl/)










































