Filipina Pertimbangkan untuk Tarik Pasukan dari Irak
Rabu, 14 Apr 2004 12:45 WIB
Jakarta -
Pemerintah Filipina kini tengah mempelajari kemungkinan untuk menarik 100 pasukannya dari Irak. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kekerasan di negeri bekas rezim Saddam Hussein itu.Demikian disampaikan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (14/4/2004)."Keputusan apakah akan menarik pasukan penjaga perdamaian kita atau tidak, tergantung pada situasi keamanan di Irak dalam beberapa hari mendatang ini," tukas Arroyo."Kami terus bahu-membahu dengan komunitas internasional dalam komitmen ini dan karena itulah mengapa kami tidak membuat keputusan yang terburu-buru," tutur pemimpin negeri Asia Tenggara itu.Ditegaskan Arroyo, meski pemerintah tetap berkomitmen untuk membantu membangun kembali Irak, namun "keselamatan pasukan penjaga perdamaian kami di Irak tetap yang terpenting." Pasukan penjaga perdamaian Filipina berada di bawah komando pasukan Polandia. Sebelumnya, kelompok-kelompok sayap kiri Filipina telah menuntut penarikan kontingen Filipina dari Irak. Alasannya, pasukan Filipina bisa saja menjadi target musuh-musuh Amerika Serikat.
(ita/)










































