Jakarta -
Kereta supercepat Hydrogen Super Higway akan melintas di tiga provinsi, termasuk DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku tidak sepeser pun mengeluarkan anggaran atas megaproyek Rp 30 triliun itu.
"Itu proyek pemerintah pusat kita tidak keluarkan anggaran sedikit pun dari APBD kita," ujar Ketua Badan Pengelola Keuangan Daerah, Sukri Bey, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2010).
Sukri memastikan proyek besutan konsorsium 15 perusahaan asing tersebut tidak akan mengganggu keuangan Ibukota. "Kita hanya sediakan lahan," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsorsium asing telah menekan memorantum of agreement di Los Angeles belum lama ini, disaksikan pejabat KJRI setempat. Kereta supercepat berbahan bakar hidrogen itu akan berbentuk mirip monorel yang armadanya berbentuk kapsul. Rute yang dilayani adalah Cirebon-Bandung-Jakarta sejauh 357 km. Rencananya proyek prestisius ini akan memasuki fase studi kelayakan pada 11 Januari mendatang.
(her/nrl)