"Saya memperhatikan kemacetan kemarin. Tapi genangan sudah jauh lebih baik, cepat menghilang kan," ujarnya singkat kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2010).
Sementara itu Wakil Kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim menyatakan jika macet yang terjadi usai hujan sulit di prediksi. Sulit prediksi macet akibat hujan.
"Siapapun tidak bisa memprediksi fenomena alam. Apalagi dampaknya sulit ditebak. Praktis, antisipasinya pun tidak selalu tepat," ujar Riza ketika dihubungi wartawan melalui telpon.
Namun, Dishub tetap melakukan antisipasi yakni membuat tim respon cepat yang bersiaga 24 jam. Tim ini terdiri dari 600 personil yang dibagi dalam dua shift kerja. Yakni, jam 06.00-13.00 WIB dan 13.00-19.00 WIB.
"Jika kemacetan terjadi di luar jam itu yang bertugas adalah shift pagi. Kami tidak akan lengah sedetik pun,” tegasnya.
Riza menambahkan, jika tim respon melibatkan sejumlah instansi terkait, yaitu Polda Dishub dan Dinas PU Tata Air.
Seluruh instansi tersebut nantinya akan saling bantu dengan melakukan kekhasan tanggung jawabnya. Ketika kemacetan terjadi akibat banjir, maka Polda dan Dishub bekerja sama mengalihkan arus lalu lintas.
"Dinas PU Tata Air bertugas menyiapkan pompa portable untuk mengeringkan air di kawasan tersebut," pungkasnya.
(her/gah)











































