Komisi III DPR Akan Panggil Kapolri & Susno

Komisi III DPR Akan Panggil Kapolri & Susno

- detikNews
Jumat, 08 Jan 2010 13:08 WIB
Komisi III DPR Akan Panggil Kapolri & Susno
Jakarta - Komisi III DPR akan memanggil Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Pemanggilan ini terkait kesaksian Susno dalam sidang Antasari Azhar.

"Kita akan panggil Pak Susno dan Kapolri untuk menjelaskan masalah ini. Mungkin minggu depan," kata anggota Komisi III DPR Azis Syamsuddin kepada detikcom, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Menurut Azis, pemanggilan 2 petinggi Polri ini untuk mengklarifikasi pernyataan Susno yang menuduh Kapolri terlibat dalam pembentukan tim yang mengusut kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.

"Kalau memang ada fakta seperti itu bahwa ada tim yang berada langsung di bawah Kapolri, itu yang langsung akan kita selidiki," ujar politisi Golkar ini.

Bagi Azis, kesaksian Susno dalam sidang Antasari merupakan hal yang wajar. Susno sebagai Warga Negara Indonesia, berhak dipanggil sebagai saksi meskipun statusnya masih aktif sebagai anggota kepolisian.

"Sebagai WNI tidak masalah dia hadir karena tidak sebagai pejabat Mabes Polri," kata Azis.

Terkait kesaksian Susno yang meringankan Antasari, menurut dia, hal tersebut masih diperdebatkan. "Meringankan tidaknya itu tergantung penilaian hakim," kata Azis.Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPR Marzuki Alie angkat bicara seputar kesaksian Susno di sidang Antasari.

Menurut dia, setiap warga negara yang dipanggil pengadilan harus hadir. "Saya cuma dengar dari media. Kejadian sebenarnya seperti apa, saya nggak ngerti. Di Polri, saya nggak paham aturannya seperti apa. Tetapi, dalam UU ditegaskan kalau dipanggil sebagai saksi ya harus hadir," papar Marzuki.

Kesaksian Susno dianggap berani apalagi belum dapat izin untuk bersaksi? "Saya nggak tahu akar masalahnya seperti apa. Tetapi, sebagai Warga Negara Indonesia yang baik wajib datang jika dipanggil sebagai saksi. Di Polri juga ada aturan yang wajib diikuti," kata politisi Partai Demokrat ini. (aan/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads