"Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 Wita kemarin, dibarengi hujan deras," ujar salah seorang saksi mata,Abdul Azis kepada detikcom, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (8/1/2010).
Azis juga merupakan kepala desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, yang diterpa angin puting beliung. Angin kencang telag menghempaskan atap-atap rumah warga yang terbuat dari seng besi hingga puluhan meter jaraknya.
Pantauan detikcom, kerusakan parah juga terlihat dari masjid Baburrahman di dusun Bara Mamase, Desa Alatengae. Atap masjid sudah hancur terhempas angin.
Angin puting beliung ini pun membawa kerugian besar pada pengusaha penggilingan padi yang gabah dan berasnya basah karena tersiram air hujan.
"Sebanyak 30 ton beras yang sudah siap dijual ke Makassar rusak akibat basah karena atap gudang lenyap dibawa angin," ungkapnya.
Menurut Azis, kerugian warga diperkirakan mencapai Rp 150 juta dan belum termasuk rumah-rumah warga lainnya yang hancur. Namun meski hancur porak poranda, tidak ada korban jiwa akibat angin puting beliung tersebut.
"Hanya dua warga yang dilaporkan menderita luka ringan. Satu tenda komando dari tim SAR Maros juga telah didirikan sebagai dapur umum warga," jelasnya.
Azis mengatakan, kalau Bupati Maros telah berjanji akan
memberi bantuan sebanyak Rp 3 juta tiap kepala keluarga untuk membeli bahan makanan.
"Belum termasuk biaya pembangunan rumah-rumah warga yang roboh," tandasnya Azis.
(mna/gus)











































