"Kalau soal koalisi partai memang perlu dibicarakan, karena parpol jangan sampai penguasaan isi tidak sama," kata Zul saat ditemui wartawan di Hotel Planet Holiday, Batam, Jumat (8/1/2010).
Zul mencontohkan, partai koalisi tidak sehati soal skandal Bank Century. Meski memiliki persamaan visi, menurut ZUl, partai koalisi mengambil sikap
berbeda-beda.
"Misalnya soal Century kan butuh koordinasi karena partai tidak semua ahli soal bank. Angket baru penyelidikan, terlalu dini mengambil kesimpulan. Ini baru perdebatan, jalannya masih jauh," papar Zul.
Oleh karena itu, menurut Zul, evaluasi koalisi menjadi penting. Partai koalisi setidaknya menggelar pertemuan rutin untuk merekatkan hubungan. "Perlu diatur pertemuan dua bulan sekali, kalau semakin rekat enam bulan sekali, ya itu perlu untuk merekatkan koalisi," jelas Zul.
Mengenai isu reshuffle kabinet sebagai sikap SBY terhadap partai koalisi, Zul enggan berkomentar lebih jauh. "Kalau soal reshuffle itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden," tutupnya.
(van/fay)











































