"Rencananya nanti malam. Tapi saya nggak tahu siapa yang akan terbang (pilot) ke sana," kata pilot Garuda, Kapten Manotar Napitupulu, kepada detikcom, Jumat (8/1/2010).
Manotar adalah pilot GA 653 yang ditolak mendapatkan BBM saat mendarat di Timika 3 Januari lalu. Lalu pimpinan Bandara Timika yang dikelola Freeport mengeluarkan surat yang berisi penghentian pasokan BBM ke Garuda. Esok harinya, surat itu direvisi menjadi 'pengurangan' suplai BBM.Β
Garuda lantas menghentikan penerbangan ke Timika per 4 Januari. Dephub mempertemuan Garuda dan Freeport pada Kamis (7/1) kemarin.
Manotar mengatakan, Dephub menjamin kejadian penolakan BBM tak akan terulang lagi.
"Mereka (Dephub) sudah jamin. Freeport sudah ditegur oleh Dirjen Perhubungan Udara Pak Herry Bakti," katanya.
Manotar berharap Freeport menjalankan kesepakatan yang sudah dibahas dengan Garuda dan Dephub agar memberikan pasokan BBM. Pengisian BBM kepada Garuda dibatasi per harinya 10.000 liter untuk rute Timika-Jayapura-Timika-Denpasar-Jakarta.
"Ya cukup. Tapi kalau dikasih lebih sebenarnya lebih bagus lagi. Jadi kita nggak perlu bawa fuel tambahan," jelasnya.
Menurut Manotar, jika memang Pertamina bisa memasok BBM ke Bandara Timika, maka akan lebih baik. Sebab pasokan BBM akan lebih banyak.
"Kalau bisa ya bagus. Jadi nggak ada monopoli lagi dari Freeport di Timika," ungkap Presiden Federasi Pilot Indonesia ini.
(gus/nrl)











































