"Lagi-lagi elit Polri menunjukan arogansinya," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat berbincang dengan detikcom, Jumat (8/1/2009).
Neta menilai, penarikan ini berdasarkan perintah orang nomor satu di korps Bhayangkara tersebut. "Pasti ada perintah Kapolri, tidak mungkin seorang perwira ujug-ujug menarik apa kewenangannya," kata Neta.
Neta sangat menyayangkan sikap Kapolri yang tidak menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Sebagai atasan seharusnya Kapolri bisa langsung memanggil Susno untuk meminta klarifikasi terkait kehadirannya dalam persidangan Antasari.
"Kapolri harusnya panggil Susno tanyakan kenapa hadir di persidangan, bisa diselesaikan secara kekeluargaan," tandasnya.
Kesaksian Susno di persidangan Antasari Azhar ternyata berbuntut panjang. Sebagai bentuk konsekuensi karena hadir di persidangan tanpa izin, sopir, ajudan, dan pengawal untuk Susno ditarik Mabes Polri semalam.
Bahkan dalam pesan singkat yang diterima detikcom mantan Kapolda Jawa Barat ini mengaku kalau kediamannya semalam didatangi oleh mobil Densus 88.
"Sampai-sampai anak, istri saya ketakutan," ungkapnya.
(did/nwk)











































