Pengebom Pesawat AS Direkrut Al Qaeda di London

Insiden Northwest Airlines

Pengebom Pesawat AS Direkrut Al Qaeda di London

- detikNews
Jumat, 08 Jan 2010 05:20 WIB
Pengebom Pesawat AS Direkrut Al Qaeda di London
Sanaa - mar Farouk Abdulmutallab yang meledakan bom di maskapai Amerika Serikat (AS) Delta Air Lines (anak perusahaan Northwest Airlines) pada Hari Natal direkrut oleh Al Qaeda di London. Pelaku juga sempat bertemu dengan seorang muslim Amerika radikal di Yaman.

"Informasi yang diberikan kepada kami adalah bahwa Umar Farouk Abdulmutallab bergabung dengan Al Qaeda di London. Kami percaya bahwa ia direkrut oleh unsur-unsur radikal di London," ujar Wakil Perdana Menteri Yaman Bidang Keamanan Rshad Al-Alimi seperti dilansir dari Reuters, Jumat (8/1/2010).

Abdulmutallab adalah putra seorang bankir terkemuka Nigeria, diyakini telah menjadi militan setelah dilihat dari perjalanannya ke Yaman untuk belajar bahasa Arab dan Islam. Dia juga sempat belajar teknik di University College London antara 2005 dan 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alimi mengatakan, saat Abdulmutallab berada di Yaman, dia telah bertemu dengan pengkhotbah muslim Anwar Al-Awlaki. Anwar Al-Awlaki adalah seorang ulama yang pernah mengamuk dengan membawa senjata di sebuah pangkalan militer AS di bulan November 2009.

Seorang pejabat keamanan Yaman bulan lalu mengatakan, Awlaki mungkin telah tewas dalam serangan militan Al Qaeda, tapi laporan lain mengatakan bahwa ia melarikan diri.

Menteri Luar Negeri Abubakar Al-Qirbi mengatakan kepada CNN bahwa memerangi al-Qaeda adalah prioritas dan tanggung jawab aparat keamanan dan kami tentara.

Ditanya apakah akan menerima intervensi langsung dari AS, secara tegas Al-Qirbi menyatakan tidak.Β  "Tidak, saya tidak berpikir kita akan menerima hal itu. Saya pikir Amerika Serikat juga telah belajar dari Afghanistan, Irak dan tempat-tempat lain yang intervensi langsung dapat merugikan diri sendiri," katanya.

Sementara itu seorang ahli radikalisasi yang mengajar di London's King's College Peter Neumann mengatakan, jaringan Al Qaeda ada di beberapa kampus Inggris tetapi mereka sudah melepaskan diri dari kegiatan mahasiswa yang sah.

(did/nwk)


Berita Terkait